PERPUSTAKAAN KELILING (PUSLING)

Dari kemarin kami membahas PUSLING berulangkali. Sebenarnya apa sih PUSLING itu? Mungkin ada yang belum tahu fungsi dan tujuan PUSLING itu sendiri. Disini kami akan membahas singkat tentang Perpustakaan Keliling atau PUSLING.

Perpustakaan Keliling (PUSLING) adalah bagian dari pelayanan perpustakaan umum yang mendatangi/mengunjungi pembacanya dengan menggunakan kendaraan, baik darat (mobil) maupun air (perahu). Dengan kata lain, perpustakaan keliling adalah perpustakaan yang bergerak dengan membawabahan pustaka untuk melayani masyarakat dari satu tempat ke tempat lain yang belum terjangkau oleh perpustakaan umum, dalam hal ini adalah perpustakaan menetap (stationary library). Mobil ini berkeliling ke desa, sekolah, lembaga berbadan hukum, dan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) yang terpencil yang jauh dari Perpustakaan Umum Daerah.

Berdasarkan UU No. 23 Tahun 2007 tentang perpustakaan, tujuan perpustakaan keliling adalah untuk menumbuh kembangkan perpustakaan di setiap institusi. Sedangkan menurut PerpustakaanNasional (1992), penyelenggaraan perpustakaan keliling bertujuan untuk (1) meratakan layanan informasi dan bacaan kepada masyarakat sampai ke daerah terpencil yang belum/tidak memungkinkan adanya perpustakaan permanen; (2) membantu perpustakaan umum dalam mengembangkan pendidikan nonformal kepada publik luas; (3) memperkenalkan buku-buku dan bahan pustaka lainnya kepada publik; (4) memperkenalkan jasa perpustakaan kepada publik; (5) meningkatkan minat baca dan mengembangkan cinta buku pada masyarakat; dan (6) mengadakan kerja sama dengan lembaga masyarakat sosial, pendidikan, dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kemampuan intelektual dan kultural masyarakat.

Perpustakaan keliling memiliki beberapa ciri, di antaranya bergerak, ada 
pengguna, ada bahan pustaka, memberikan jasa, tidak terjangkau dan menggunakan 
kendaraan. Jadi secara sederhana dapat disimpulkan bahwa perpustakaan keliling 
adalah perpustakaan yang bergerak dari satu tempat ke tempat lain dengan 
menggunakan kendaraan dan membawa bahan pustaka serta memberikan layanan jasa 
perpustakaan kepada pengguna di daerah yang tidak terjangkau oleh perpustakaan 
umum/menetap (Sulistiyo-Basuki,1991:48).

Fungsi perpustakaan keliling Perpustakaan keliling merupakan perpanjangan atau perluasan jangkauan layanan perpustakaan umum yang berfungsi untuk mempertemukan bahan bacaan dengan pembacanya di daerah yang relatif jauh dari perpustakaan umum atau karena situasi dan kondisi tertentu, tidak sempat datang ke perpustakaan umum. Walaupun masih terdapat banyak kendala dalam perwujudannya, fungsi utama dari perpustakaan keliling adalah mendekatkan informasi kepada masyarakat desa, karena mereka belum mampu memperoleh informasi secara mandiri. Dengan kata lain, hakekat keberadaan perpustakaan keliling adalah pelayanan bagi pembaca. Apa pun bentuk operasionalnya, yang penting bahan bacaan dapat dimanfaatkan dan dirasakan oleh publik pembaca.

Secara umum perpustakaan keliling dan perpustakaan umum mengacu kepada prinsip-prinsip yang sama, yaitu (1) pendidikan bersifat seumur hidup (lifelong education). Dalam hal ini perpustakaan keliling pun ikut memelihara dan menyediakan sarana untuk pengembangan perorangan ataukelompok pada semua tingkat pendidikan dan kemampuan; (2) sumber informasi dan rujukan. Artinya perpustakaan menyediakan kemudahan bagi pemakai berupa akses cepat (diberikan dalam waktu yang singkat) dan tepat (sesuai dengan kehendak dan minat pembaca) terhadap penggunaan informasi; (3) bahan hiburan. Artinya perpustakaan memiliki peranan penting dalam mendorong penggunaan secara aktif rekreasi dan punyai waktu senggang dengan menyediakan bahan bacaan. Dan perpustakaan juga sepatutnya menjadi lembaga pro deo yang tak pandang bulu, tempat di mana masyarakat dapat memperoleh informasi secara cuma-cuma tanpa membedakan baik jenis kelamin, umur, ras, pekerjaan, agama, partai pilitik maupun kedudukan sosial; dan (4) pusat kehidupan dan kebudayaan. Dalam hal ini, perpustakaan keliling pun merupakan pusat kehidupan dan kebudayaan (peradaban) yang secara aktif mempromosikan partisipasi pada semua bentuk seni dan hasil kreasi manusia (Perpustakaan Nasional RI, 1992:1).

Di Boyolali, pengadaan PUSLING ini pertama kali pada tahun 2010. Perpustakaan Umum Daerah Boyolali, mengajukan ke Perpustakaan Pusat (PERPUSNAS). Pengadaan ini lengkap berupa mobil dan buku yang ada di dalamnya. PUSLING sendiri di Boyolali beroperasi mulai tahun 2011. Yang menjadi target sasaran PUSLING adalah di daerah yang jauh dari Perpustakaan Umum, kecuali jika ada permintaan dari pihak sekolah untuk didatangi PUSLING. Ke depannya PUSLING tidak hanya berupa mobil, tapi juga sepeda roda tiga yang akan beroperasi di beberapa tempat keramaian. Semoga segera terealisasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Show Buttons
Hide Buttons