Sejarah Singkat Kabupaten Boyolali

kabupaten_boyolali

Kabupaten Boyolali didirikan pada tahun 1847 atau tepatnya pada tanggal 5 Juni 1847, ditandai dengan surya sengkala “Kas Wareng Woh Mojo Tunggal” Kota Boyolali berasal dan terdiri dari rangkaian kata “Boya dan lali” yang mengandung arti jangan lupa; yang kemudian menjadi semboyan rakyat Boyolali terutama para pemimpin-pemimpinnya bahwa dalam melaksanakan tugasnya selalu patuh dan taat dan penuh rasa tanggung jawab serta penuh kewaspadaan.

Sejarah Singkat Boyolali

Dari cerita rakyat yang hidup, Boyolali berasal dan terdiri dai rangkaian kata “BOYA WIS LALI” yang diucapkan oleh Sunan Tembayat (Ki Ageng Pandan Arang) bekas bupati Semarang yang terkenal dan watak suka pada harta, sehingga keras hatinya terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Atas berkat dkawah Sunan Kalijogo, Ki Ageng Pandan Arang sadar akan sangkan paraning dumadi, sehingga dia dengan tulus ikhlas meningglakan harta, jabatan, dan kedudukan di Semarang serta berkehendak melaksanakan perjalanan Sufi dari Semarang ke Gunung Jabalkat Bayat Kabupaten Klaten.

peta-boyolali-1

Dalam perjalanan Sufi ini Ki Ageng Pandan Arang diikuti oleh istri dan anaknya yang msih belum ikhlas meningglakan harta dunia. Oleh karena itu dalam perjalanannya selalu banyak mendapat rintangan dan godaan yang menimpa sang istri dan anak, sehingga tertinggal jauh di belakang. Pada saat Ki Ageng Pandan Arang istirahat di sebuah batu besar (sekarang berada di belakang gedung sonosudoro theater) sambil menanti kehadiran sang istri yang tertinggal jauh di belakang berkata “Boya wis lali wong iki” dan terus melanjutkan perjalanannya ke Gunung Jabalkat Bayat Klaten. Sedangkan ketika Nyi Ageng dan anaknya sampai di tempat tersebut mengetahui kalau suaminya sudah tidak ada di tempat etrsebut Nyi Ageng berkata “Kyai, boya wis lali akum teko ninggal wae”, dan terus menyusul suaminya ke Gunung Jabalkat Bayat Klaten.

Boyolali Sebagai kota embrio pemerintahan berdasarakan surat perjanjian Dalem Natha Staatsblad 1847 No.30 yaitu sejak terbentuknya Kabupaten Gunung di Boyolali yang kemudian menjadi Kabupaten Pulisi di Boyolali, setelah memenuhi persyaratan sebagai Daerah Kabupaten; ada Kepala Daerah, pembantu kepala daerah, wilayah kekuasaan dan rakyat yang dibawah kekuasaannya, maka sejak tahun itu pula Boyolali diresmikan sebagai kota pemerintah Kabupaten.

 

 

Sumber:

Diambil dari Buku “MENGENAL OBYEK WISATA di Kabupaten Dati II Boyolali”, yang dikeluarkan oleh Dinas PAriwisata Kabupaten Dati II Boyolali Tahun 1985.

2 Responses

  1. Utuh Wibowo says:

    Infomasinya sangat berguna.
    Semoga website selalu bermanfaat untuk masyarakat dan memajukan bangsa.

    Utuh Wibowo
    http://www.utuhwibowo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Show Buttons
Hide Buttons